Populasi makhluk hidup berubah dari generasi ke generasi ketika sifat-sifat terwariskan menjadi lebih umum atau lebih jarang. Jadi, evolusi bukan perubahan yang harus dialami setiap individu, melainkan perubahan pada sifat dalam suatu populasi lintas generasi [1].
Individu atau populasi: skala perubahan berbeda
Dalam biologi, evolusi berarti perubahan sifat terwariskan pada populasi organisme dari satu generasi ke generasi berikutnya [1]. Karena itu, perubahan yang hanya dialami satu individu tidak cukup untuk disebut evolusi populasi. Yang perlu diperhatikan ialah apakah sifat tertentu diwariskan dan frekuensinya berubah di antara generasi [1].
Perubahan populasi bermula dari variasi: individu dalam suatu populasi memiliki perbedaan sifat yang dapat diwariskan. Sifat-sifat ini dibawa oleh gen. Pada keturunan, variasi dapat muncul melalui perubahan gen seperti mutasi; pada organisme yang bereproduksi secara seksual, rekombinasi genetik juga menghasilkan kombinasi gen baru [1].
Seleksi alam memengaruhi sifat yang diwariskan
Seleksi alam membuat sifat terwariskan yang membantu keberlangsungan hidup dan reproduksi cenderung menjadi lebih umum. Individu dengan sifat yang menguntungkan memiliki peluang lebih besar untuk bereproduksi, sehingga lebih banyak keturunan dapat mewarisi sifat tersebut [1].
Sebagai contoh hipotetis, bayangkan suatu populasi memiliki dua variasi sifat terwariskan. Jika salah satunya membantu pemiliknya bertahan hidup atau bereproduksi, sifat itu dapat menjadi lebih umum pada generasi berikutnya. Perubahan tersebut tampak pada komposisi populasi, bukan sebagai perubahan yang harus terjadi pada setiap individu [1].
Perubahan populasi tak selalu berasal dari seleksi
Frekuensi sifat dalam populasi juga dapat berubah melalui hanyutan genetik. Proses ini menghasilkan perubahan acak, terkait dengan kemungkinan suatu sifat diwariskan ketika individu bertahan hidup dan bereproduksi [1]. Jadi, perubahan frekuensi sifat tidak selalu berarti seleksi alam sedang menguntungkan sifat tertentu.
Perubahan kecil dapat terakumulasi selama beberapa generasi. Dalam proses evolusi, variasi, pewarisan, dan seleksi alam berperan dalam perubahan sifat populasi; hanyutan genetik juga dapat mengubah frekuensinya [1]. Pembeda utamanya tetap sama: evolusi dibaca dari perubahan sifat terwariskan dalam populasi lintas generasi, bukan dari perubahan satu individu saja.
Sumber
- [1] Wikipedia bahasa Indonesia — Evolusi. https://id.wikipedia.org/w/index.php?oldid=29901655&title=Evolusi (diakses 2026-10-02).
